Penyerang muda Manchester United, Joshua Zirkzee, dikabarkan telah mengambil keputusan final untuk menyudahi masa baktinya di Old Trafford pada bursa transfer musim panas 2026 mendatang. Keputusan ini dipicu oleh minimnya menit bermain yang didapatkan sang pemain sepanjang musim ini, di mana ia lebih sering mengisi bangku cadangan dibandingkan masuk dalam skema utama tim.
Persaingan ketat di lini depan Setan Merah menjadi faktor utama yang membatasi ruang gerak Zirkzee. Kehadiran deretan penyerang baru seperti Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, dan Benjamin Sesko membuat posisi Zirkzee semakin terpinggirkan dalam rotasi taktik manajer.
BACA JUGA : Spekulasi Masa Depan Casemiro: Manchester United dan Dilema Klausul Perpanjangan Otomatis
Statistik dan Kontribusi yang Terbatas
Sepanjang kampanye Liga Inggris musim ini, pemain berusia 24 tahun tersebut tercatat baru tampil sebanyak 18 kali. Dari total penampilan tersebut, Zirkzee hanya dipercaya turun sebagai starter dalam empat pertandingan. Kontribusinya di depan gawang pun tergolong minim dengan torehan dua gol, sebuah catatan yang dianggap kurang kompetitif dibandingkan dengan produktivitas barisan penyerang United lainnya.
Berdasarkan laporan dari Mirror, ketidakpuasan Zirkzee terhadap statusnya sebagai pemain pelapis telah mencapai puncaknya. Meskipun secara teknis kehadirannya masih dibutuhkan sebagai pelapis murni nomor 9 untuk Benjamin Sesko, Zirkzee lebih memilih untuk mencari klub baru demi menyelamatkan karier internasional dan jam terbang regulernya.
Valuasi Transfer dan Kerugian Finansial
Manchester United dilaporkan telah memberikan lampu hijau bagi kepergian mantan pemain Bologna tersebut. Namun, manuver ini diprediksi akan mendatangkan kerugian finansial bagi klub dari sisi nilai transfer.
Manajemen Manchester United dikabarkan siap membuka negosiasi dengan harga mulai dari 25 juta Euro atau setara dengan Rp 488 miliar. Angka tersebut jauh merosot dibandingkan saat United mendatangkan Zirkzee dari Bologna pada tahun 2024 silam dengan mahar sebesar 42 juta Euro. Penurunan nilai pasar ini tidak lepas dari minimnya kontribusi gol serta status sang pemain yang bukan lagi menjadi pilihan utama di skuad.
Proyeksi Karier Selanjutnya
Sejauh ini, Zirkzee masih terikat kontrak resmi di Old Trafford hingga musim panas 2029. Namun, dengan keinginan kuat dari sang pemain untuk hengkang, beberapa klub dari Serie A Italia dikabarkan mulai memantau situasi ini. Kembalinya Zirkzee ke kompetisi Italia dinilai sebagai langkah paling logis mengingat ia pernah mencapai performa puncaknya di kompetisi tersebut.
Keputusan melepas Zirkzee juga akan memberikan ruang bagi Manchester United untuk melakukan perampingan skuad serta menyediakan anggaran tambahan guna memperkuat sektor lain pada bursa transfer musim panas mendatang.
